Artikel
Pikiran yang Memberdayakan
Renungan
Written by Arfiana Rafnialdi   
Tuesday, 16 December 2008 00:53
Diri kita adalah sintesa dari segala pemikiran kita. We are what we think. Akumulasi pikiran yang makin intens akan menghasilkan suatu kondisi emosi tertentu. Kemudian emosi inilah yang berjodoh dengan keputusan yang kita ambil dan melahirkan sebuah tindakan.

Jika tindakan ini kita ulangi terus menerus, maka ia kita sebut kebiasaan. Makin lama kebiasaan ini kita peliharan dalam diri, makin kuat ia membentuk karakter pribadi kita. Jadi secara singkat, pikiran kita akan membentuk karakter kita.

Pikiran kita sering begitu liar sehingga sulit kita kontrol. Terkadang muncul pikiran negatif seperti buruk sangka yang membuat kita curigaan (emosi negatif). Walaupun tekadang muncul juga pikiran baik yang membuat kita merasa tenang meskipun situasi di sekitar kacau.

Nah, apa pun isi pikiran itu, ia akan sedikit banyak mempengaruhi jiwa kita. Pikiran negatif akan cenderung melemahkan jiwa dan mematikannya. Sementara pikiran positif akan memberdayakan dan menguatkan jiwa.

Satu hal yang perlu kita fahami juga adalah bagaimana proses berpikir terjadi. Tony Robbins menjelaskan bahwa berpikir adalah proses bertanya dan menjawab yang tejadi dalam otak kita. Pantas saja banyak pakar motivasi yang menyatakan bahwa kesuksesan seseorang ditentukan oleh kualitas pertanyaan yang sering muncul di benaknya. Dengan kata lain, ditentukan oleh kualitas apa yang dipikirkannya.

Jangan tanyakan alasan mengapa saya tidak bisa begini dan begitu? Pertanyaan ini sudah mengasumsikan bahwa kita tidak bisa dan sedang mencari pembenaran/penguatan argumen terhadap asumsi itu. Coba ubah pertanyaannya menjadi: bagaimana supaya saya bisa begini dan begitu? Nah, ini pertanyaan yang memberdayakan. Ia menyiratkan tekad kita untuk bisa, lalu ia membantu diri kita mencari caranya. Mudah kan? :)

He 3x, pesan moral kali ini adalah: pintar-pintarlah memilih pertanyaan dalam benak kita. Ini yang akan menentukan kualitas pikiran kita, yang pada akhirnya akan membentuk karakter diri kita.

Semoga SUKSES!
 
Membayar Harga Kesuksesan
Written by Arfiana Rafnialdi   
Tuesday, 16 December 2008 00:52
Sukses itu ada harganya! Inilah pesan yang terdengar paling keras dari Best of The Best. Semakin besar kesuksesan yang kita idamkan, semakin mahal pula harga yang harus dibayar.

Inilah juga pesan dalam Al Qur'an tentang "Perniagaan dengan Allah". Membayar syurga dengan bayaran temahal yang kita sanggup: seluruh harta & segenap jiwa raga.

Lalu bagaimana dengan kesuksesan di dunia? Berapa harga yang harus saya bayar? Rumusnya tetap sama, tergantung dari ukuran kesuksesan yang diidamkan.

Sering kali, ketika seorang ditanya tentang mimpinya, ia tidak berani menjawab. Sebetulnya ia bukan tidak berani bermimpi. Tapi alam bawah sadarnya mengingatkan ia tentang betapa mahalnya harga yang harus ia bayar untuk mewujudkan mimpi itu. Dan ia tidak berani membayar harganya!

Sebetulnya, apa sih yang harus dibayar? Begitu besarkah harganya? Begitu beratkah perjuangannya?

Paling tidak, saya menemukan bentuk bayaran ini dapat dikelompokkan menjadi beberapa hal, dua diantaranya yaitu:

KENYAMANAN. Sukses adalah perubahan. Perubahan itu tidak nyaman. Mengejar sukses artinya hidup dengan ketidaknyamanan. Kalau memang begitu, mengapa banyak orang ingin sukses? :) Anda perlu paham ini dengan jelas: SUKSES itu NYAMAN, PERJALANAN menuju sukses itu TIDAK NYAMAN. Contohnya: masuk syurga itu nyaman, tapi berjuang mati2an di jalan Allah tidak selalu nyaman. Contoh lain: kaya itu nyaman, membanting tulang dalam berbisnis pastinya tidak selalu nyaman. Inilah sifat alamiahnya. Anda tidak bisa menawarnya. Kuncinya adalah memaksa diri keluar dari ZONA NYAMAN & MENIKMATI PROSESNYA.

KEKHAWATIRAN. Untuk mendapatkan suatu hasil baru yang lebih baik, kita mesti melakukan hal yang baru. Sesuatu hal yang bahkan belum pernah kita lakukan sebelumnya. Sesuatu yang beresiko kegagalan. Satu-satunya orang yang tidak pernah gagal adalah orang yang tidak pernah mencoba. Tapi, orang yang tidak mencoba justru menjadi pecundang terbesar dalam hidup ini. Lakukan terobosan dalam hidup. Cobalah strategi dan pendekatan baru yang bisa membuat Anda lebih sukses. Singkirkan segala kekhawatiran. HAKUNA MATATA!
 
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Page 2 of 2
feed-image Feed Entries